Sebelum mulai membuat website Blogger, ada satu hal yang sering dilewatkan: merancang struktur menu website Blogger. Banyak orang justru langsung memilih template, mengganti warna, memasang logo, lalu membuat halaman satu per satu tanpa menentukan terlebih dahulu bagaimana pengunjung akan berpindah dari satu informasi ke informasi lainnya.
Akibatnya, website memang terlihat selesai secara visual, tetapi navigasinya terasa membingungkan. Ada terlalu banyak menu, nama halaman kurang jelas, submenu dibuat terlalu dalam, atau informasi yang seharusnya mudah ditemukan justru tersembunyi di tempat yang tidak terduga.
Padahal, menu navigasi merupakan salah satu bagian penting dari struktur website. Melalui menu, pengunjung dapat memahami isi sebuah website, mengetahui informasi apa saja yang tersedia, dan menentukan halaman mana yang perlu dibuka berikutnya.
Karena itu, sebaiknya struktur menu dirancang sebelum website Blogger benar-benar dibangun. Dengan perencanaan sederhana, Anda bisa menentukan halaman utama, mengelompokkan informasi, mengatur urutan menu, serta menyesuaikan navigasi dengan kebutuhan pengunjung.
Dalam panduan ini, kita akan membahas cara menentukan struktur menu website Blogger dari awal, lengkap dengan contoh untuk berbagai jenis website, cara membuat hierarki menu, penggunaan submenu, kesalahan yang sering terjadi, sampai checklist yang dapat digunakan sebelum website dipublikasikan.
Apa yang Dimaksud dengan Struktur Menu Website Blogger?
Struktur menu website Blogger adalah susunan halaman dan kelompok informasi yang digunakan untuk membantu pengunjung berpindah di dalam website. Struktur ini menentukan halaman apa yang ditampilkan pada navigasi utama, halaman mana yang diletakkan sebagai submenu, serta informasi apa yang lebih cocok ditempatkan di footer atau melalui tautan di dalam konten.
Contoh paling sederhana dapat berupa:
Beranda
Tentang
Layanan
Portofolio
Artikel
Kontak
Pada website yang lebih besar, struktur tersebut dapat berkembang menjadi:
Beranda
Profil
Layanan
├── Layanan A
├── Layanan B
└── Layanan C
Portofolio
Artikel
Kontak
Jadi, struktur menu bukan hanya persoalan letak menu di header. Sebelum menu dibuat secara teknis di Blogger, Anda perlu menentukan terlebih dahulu hubungan antara halaman-halaman tersebut.
Mengapa Struktur Menu Perlu Ditentukan Sebelum Membuat Website?
Menentukan navigasi sejak awal membuat proses pembuatan website menjadi lebih terarah. Anda tidak perlu terus-menerus menambahkan halaman ke menu hanya karena halaman tersebut baru selesai dibuat.
Dengan struktur yang sudah dirancang, Anda dapat mengetahui:
- halaman apa yang harus dibuat terlebih dahulu;
- informasi mana yang harus berada di menu utama;
- halaman mana yang bisa dikelompokkan sebagai submenu;
- informasi apa yang cukup diletakkan di footer;
- dan bagaimana pengunjung menemukan informasi dari halaman awal sampai halaman tujuan.
Perencanaan tersebut juga membantu saat memilih template Blogger. Template yang dipilih nantinya dapat disesuaikan dengan struktur navigasi yang memang Anda perlukan, bukan sebaliknya.
Misalnya, website dengan lima halaman utama mungkin hanya membutuhkan navigasi sederhana. Sementara website katalog atau website bisnis yang memiliki banyak kategori bisa membutuhkan struktur menu dan submenu yang lebih terorganisasi.
Mulai dari Tujuan Website
Langkah pertama dalam menentukan struktur website Blogger adalah memahami tujuan website itu sendiri. Jangan memulai dari pertanyaan “menu apa saja yang harus dibuat?”, tetapi mulai dari “website ini dibuat untuk apa?”.
Tujuan website akan sangat memengaruhi jenis halaman yang harus tersedia.
Contohnya, website profil pribadi memiliki kebutuhan berbeda dengan website jasa. Website organisasi juga memiliki pola informasi yang berbeda dari website katalog produk.
Berikut contoh sederhana:
- Website profil pribadi: Profil, Portofolio, Keahlian, Kontak.
- Website bisnis: Produk, Layanan, Tentang, FAQ, Kontak.
- Website jasa: Layanan, Portofolio, Tentang, FAQ, Kontak.
- Website organisasi: Profil, Program, Kegiatan, Informasi, Kontak.
- Website katalog: Produk, Kategori, Tentang, Kontak.
- Blog: Artikel, Kategori atau topik, Tentang, Kontak.
Struktur tersebut hanya contoh. Anda tetap perlu menyesuaikannya dengan kebutuhan website dan informasi yang benar-benar akan disediakan.
Catat Semua Informasi yang Akan Ditampilkan
Setelah mengetahui tujuan website, buat daftar semua informasi yang mungkin akan dibutuhkan pengunjung. Jangan langsung memasukkan semuanya ke menu utama.
Misalnya Anda ingin membuat website untuk sebuah usaha jasa. Informasi yang perlu tersedia mungkin terdiri dari:
- profil usaha;
- daftar layanan;
- detail masing-masing layanan;
- hasil pekerjaan;
- testimoni;
- area pelayanan;
- pertanyaan umum;
- informasi kontak;
- artikel atau tips;
- kebijakan dan informasi pendukung.
Setelah semua ditulis, Anda dapat mulai menentukan mana yang menjadi halaman utama dan mana yang menjadi informasi pendukung.
Tahap ini penting karena sering kali pemilik website menganggap semua informasi memiliki tingkat kepentingan yang sama. Padahal, dari perspektif pengunjung, tidak semua halaman harus memperoleh tempat yang sama dalam navigasi.
Pisahkan Halaman Utama dan Halaman Pendukung
Setelah membuat daftar informasi, bagi halaman menjadi beberapa kelompok berdasarkan prioritas.
Halaman Utama
Halaman utama adalah halaman yang berhubungan langsung dengan tujuan website. Contohnya Beranda, Profil, Produk, Layanan, Portofolio, Artikel, dan Kontak.
Halaman seperti ini biasanya layak dipertimbangkan untuk masuk ke menu utama.
Halaman Pendukung
Halaman pendukung tetap penting, tetapi tidak selalu harus ditempatkan di navigasi utama. Contohnya Kebijakan Privasi, Disclaimer, Sitemap, atau halaman informasi tambahan.
Halaman tersebut sering lebih sesuai ditempatkan pada footer sehingga menu utama tetap sederhana.
Halaman Khusus
Beberapa halaman dibuat hanya untuk kebutuhan tertentu. Misalnya halaman formulir, pendaftaran, halaman kampanye, halaman utility, atau halaman khusus yang diakses dari tombol tertentu.
Halaman khusus tidak harus selalu menjadi menu utama. Posisi terbaiknya bergantung pada fungsi dan frekuensi penggunaannya.
Cara Menentukan Halaman yang Harus Masuk Menu Utama
Ada beberapa pertanyaan yang bisa digunakan untuk menentukan apakah sebuah halaman layak masuk ke navigasi utama.
- Apakah informasi ini penting untuk memahami website?
- Apakah pengunjung kemungkinan mencarinya secara langsung?
- Apakah halaman ini mendukung tujuan utama website?
- Apakah halaman ini perlu ditemukan tanpa harus membaca artikel terlebih dahulu?
- Apakah halaman ini lebih penting dibandingkan halaman lain yang saat ini sudah ada di menu?
Semakin banyak jawaban “ya”, semakin kuat alasan sebuah halaman ditempatkan pada navigasi utama.
Sebaliknya, apabila sebuah halaman hanya digunakan sesekali atau bersifat administratif, Anda dapat mempertimbangkan untuk menempatkannya di footer atau area lain.
Jangan Masukkan Semua Halaman ke Menu Utama
Salah satu kesalahan yang sering terjadi dalam membuat menu navigasi Blogger adalah memasukkan setiap halaman yang tersedia ke dalam header.
Misalnya sebuah website memiliki halaman:
Beranda
Tentang
Produk
Produk A
Produk B
Produk C
Layanan
Portofolio
FAQ
Testimoni
Kontak
Kebijakan Privasi
Disclaimer
Sitemap
Jika semua halaman tersebut langsung dimasukkan ke menu utama, navigasi akan menjadi terlalu penuh. Pada desktop mungkin masih dapat diatasi dengan dropdown, tetapi pada perangkat mobile struktur tersebut dapat terasa berat.
Solusinya adalah melakukan pengelompokan.
Contohnya:
Beranda
Produk
├── Produk A
├── Produk B
└── Produk C
Layanan
Portofolio
Tentang
Kontak
FAQ, Kebijakan Privasi, Disclaimer, dan Sitemap dapat ditempatkan di area pendukung.
Gunakan Nama Menu yang Jelas
Nama menu harus membantu pengunjung memahami apa yang akan mereka temukan setelah membuka sebuah halaman.
Untuk itu, gunakan istilah yang umum dan relevan dengan isi halaman.
Contoh:
- Tentang atau Tentang Kami untuk halaman profil.
- Layanan untuk daftar jasa.
- Produk untuk katalog.
- Portofolio untuk hasil pekerjaan.
- Kontak untuk informasi komunikasi.
Hindari nama menu yang terdengar unik tetapi tidak memberikan petunjuk jelas mengenai isinya. Pengunjung seharusnya tidak perlu menebak-nebak arti sebuah menu.
Menentukan Urutan Menu Website Blogger
Setelah mengetahui menu yang akan digunakan, tentukan urutannya. Jangan sekadar mengurutkan berdasarkan halaman yang selesai dibuat terlebih dahulu.
Salah satu pendekatan yang bisa digunakan adalah mengikuti alur informasi yang masuk akal.
Contohnya:
Beranda
→ Tentang
→ Layanan
→ Portofolio
→ FAQ
→ Kontak
Alur tersebut dapat membantu pengunjung mulai dari mengenal website, memahami apa yang ditawarkan, melihat informasi pendukung, lalu menemukan cara berkomunikasi.
Namun, urutan dapat berubah sesuai kebutuhan. Website katalog misalnya mungkin menempatkan Produk tepat setelah Beranda karena produk merupakan informasi inti.
Gunakan Prinsip Prioritas, Bukan Sekadar Urutan
Untuk menentukan urutan menu, tanyakan informasi mana yang paling penting bagi tujuan website.
Jika website dibuat untuk memperkenalkan jasa, Layanan mungkin berada dekat dengan Beranda. Jika website dibuat sebagai portofolio, Portofolio dapat menjadi salah satu navigasi utama. Jika website adalah katalog, Produk atau Katalog mungkin menjadi bagian yang paling mudah ditemukan.
Dengan kata lain, urutan navigasi harus mengikuti kebutuhan website, bukan template yang digunakan.
Cara Mengelompokkan Informasi dalam Submenu
Submenu dapat digunakan ketika beberapa halaman mempunyai hubungan yang sangat jelas.
Misalnya sebuah website memiliki banyak layanan:
Layanan
├── Pembuatan Website
├── Desain Grafis
├── Maintenance Website
└── Optimasi Website
Daripada menampilkan semuanya sebagai menu terpisah, Anda dapat membuat satu menu utama “Layanan” dan menempatkan jenis layanan sebagai submenu.
Prinsip yang sama dapat digunakan pada Produk, Program, Kegiatan, atau kategori informasi lainnya.
Yang harus diperhatikan adalah hubungan antara menu utama dan submenu harus mudah dipahami. Jangan membuat submenu hanya untuk memindahkan terlalu banyak halaman dari header tanpa mempertimbangkan logika pengelompokannya.
Hindari Struktur Submenu yang Terlalu Dalam
Submenu sebaiknya tidak digunakan sampai membuat pengunjung harus melewati terlalu banyak tingkatan sebelum mencapai halaman yang dibutuhkan.
Contohnya struktur berikut sudah mulai rumit:
Produk
└── Kategori
└── Jenis
└── Subjenis
└── Produk
Semakin panjang struktur tersebut, semakin besar kemungkinan pengunjung kehilangan konteks saat berpindah halaman.
Untuk kebanyakan website sederhana, struktur seperti berikut sudah cukup:
Produk
├── Kategori A
├── Kategori B
└── Kategori C
Jika informasi memang sangat banyak, Anda dapat menggunakan halaman kategori yang selanjutnya mengarahkan ke informasi yang lebih spesifik.
Bedakan Menu Utama dengan Footer
Tidak semua informasi harus berada di header. Footer dapat menjadi tempat yang tepat untuk halaman pendukung dan tautan tambahan.
Contoh sederhana:
MENU UTAMA
Beranda
Tentang
Layanan
Portofolio
Kontak
FOOTER
Kebijakan Privasi
Disclaimer
Sitemap
Informasi Tambahan
Pemisahan ini membuat header tetap bersih, sementara halaman pendukung tetap tersedia bagi pengunjung yang membutuhkannya.
Jangan Menjadikan Semua Label Blogger sebagai Menu
Dalam website berbasis Blogger, label dapat digunakan untuk mengelompokkan artikel. Namun, label tidak harus selalu menjadi menu utama.
Misalnya blog memiliki banyak label seperti Blogger, SEO, HTML, CSS, Tutorial, dan Tools. Semua label tersebut mungkin berguna untuk navigasi konten, tetapi tidak berarti seluruhnya perlu ditampilkan pada header.
Menu utama sebaiknya menggambarkan struktur besar website, sedangkan label dapat digunakan untuk mengorganisasi artikel pada tingkat yang lebih spesifik.
Pemisahan ini membuat navigasi tetap ringkas meskipun jumlah artikel terus bertambah.
Contoh Struktur Menu Website Blogger untuk Berbagai Kebutuhan
Website Profil Pribadi
Beranda
Tentang Saya
Portofolio
Keahlian
Kontak
Apabila pemilik website juga menerbitkan artikel, menu Artikel dapat ditambahkan.
Website Portofolio
Beranda
Tentang
Portofolio
Layanan
Testimoni
Kontak
Portofolio dapat menjadi halaman utama yang berisi berbagai proyek atau hasil pekerjaan.
Website Jasa
Beranda
Layanan
├── Layanan A
├── Layanan B
└── Layanan C
Portofolio
Tentang
FAQ
Kontak
Website Bisnis
Beranda
Produk
Layanan
Tentang
FAQ
Kontak
Website Organisasi
Beranda
Profil
Program
Kegiatan
Informasi
Kontak
Website Katalog Produk
Beranda
Katalog
├── Kategori A
├── Kategori B
└── Kategori C
Tentang
Kontak
Contoh-contoh tersebut dapat menjadi dasar. Struktur final tetap perlu disesuaikan dengan jumlah konten dan kebutuhan pengguna.
Cara Menyusun Struktur Website Blogger dari Nol
Supaya lebih praktis, Anda dapat mengikuti proses berikut sebelum mulai mengatur menu pada Blogger.
Langkah 1: Tentukan Tujuan Utama Website
Tuliskan satu kalimat yang menjelaskan fungsi utama website. Misalnya, “Website ini digunakan untuk memperkenalkan layanan jasa pembuatan website.”
Kalimat sederhana ini akan menjadi dasar untuk menentukan informasi apa yang harus diprioritaskan.
Langkah 2: Tentukan Informasi yang Dibutuhkan Pengunjung
Catat pertanyaan yang kemungkinan ingin dijawab oleh pengunjung. Dari sini Anda dapat menentukan halaman yang harus dibuat.
Untuk website jasa, contohnya:
- Apa layanan yang tersedia?
- Siapa penyedia layanan?
- Bagaimana hasil pekerjaannya?
- Bagaimana cara menghubungi?
- Apa saja pertanyaan yang sering diajukan?
Langkah 3: Buat Daftar Halaman
Ubah kebutuhan tadi menjadi halaman konkret.
Beranda
Layanan
Portofolio
Tentang
FAQ
Kontak
Langkah 4: Kelompokkan Halaman Serupa
Jika ada halaman yang saling berkaitan, gabungkan ke dalam satu kelompok.
Layanan
├── Layanan A
├── Layanan B
└── Layanan C
Langkah 5: Tentukan Prioritas
Pilih halaman yang paling penting untuk tampil pada navigasi utama. Jangan takut mengeluarkan halaman yang kurang penting dari header.
Langkah 6: Susun Urutan Menu
Atur menu berdasarkan alur informasi dan tujuan website. Tempatkan informasi inti pada posisi yang mudah ditemukan.
Langkah 7: Uji dari Sudut Pandang Pengunjung
Bayangkan Anda belum pernah mengunjungi website tersebut. Coba cari beberapa informasi penting menggunakan menu yang sudah dibuat. Jika Anda harus menebak ke mana harus pergi, kemungkinan struktur tersebut masih perlu diperbaiki.
Buat Sitemap Visual Sebelum Mengatur Menu Blogger
Untuk website yang lebih kompleks, membuat sitemap sederhana dapat membantu. Anda tidak perlu menggunakan aplikasi khusus. Kertas atau aplikasi catatan pun sudah cukup.
Contohnya:
WEBSITE
│
├── Beranda
│
├── Profil
│ ├── Tentang
│ └── Tim
│
├── Layanan
│ ├── Layanan A
│ ├── Layanan B
│ └── Layanan C
│
├── Portofolio
│
├── Artikel
│
└── Kontak
Sitemap visual membantu melihat hubungan antarhalaman sebelum semuanya dibuat di Blogger. Anda juga dapat mengetahui apakah sebuah halaman berdiri sendiri tanpa memiliki kelompok yang jelas.
Gunakan Tabel Perencanaan Menu
Untuk perencanaan yang lebih rapi, Anda dapat membuat tabel sederhana sebelum membuat halaman.
| Halaman | Fungsi | Prioritas | Penempatan |
|---|---|---|---|
| Beranda | Titik awal dan ringkasan website | Tinggi | Menu utama |
| Tentang | Menjelaskan profil website atau pemilik | Tinggi | Menu utama |
| Layanan | Menampilkan layanan yang tersedia | Tinggi | Menu utama |
| FAQ | Menjawab pertanyaan umum | Sedang | Submenu atau halaman pendukung |
| Kontak | Memberikan akses komunikasi | Tinggi | Menu utama |
| Kebijakan Privasi | Informasi pendukung website | Pendukung | Footer |
Tabel ini membantu Anda memvisualisasikan fungsi setiap halaman. Dari sini, Anda dapat memutuskan dengan lebih mudah mana yang benar-benar membutuhkan tempat di menu utama.
Perhatikan Pengalaman Pengguna di Mobile
Struktur menu yang terlihat rapi di desktop belum tentu nyaman digunakan di smartphone. Karena itu, sebelum menentukan struktur final, bayangkan bagaimana menu tersebut akan tampil pada layar kecil.
Beberapa menu dengan nama panjang mungkin terlihat baik di desktop, tetapi menjadi kurang nyaman ketika masuk ke menu mobile. Submenu yang terlalu banyak juga dapat membuat pengguna harus membuka beberapa lapisan sebelum menemukan halaman tujuan.
Untuk itu, prioritaskan menu yang singkat dan jelas. Jika sebuah kelompok memiliki banyak halaman, pertimbangkan menggunakan satu menu utama dengan submenu yang terorganisasi daripada menampilkan semuanya sebagai item terpisah.
Jangan Membuat Menu untuk Halaman yang Belum Siap
Menu sebaiknya mengarah ke halaman yang benar-benar memiliki isi. Jangan menambahkan terlalu banyak menu hanya untuk menunjukkan rencana website di masa depan.
Jika sebuah halaman masih kosong, belum selesai, atau belum memiliki informasi yang cukup, lebih baik menyelesaikannya terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke navigasi utama.
Website dengan sedikit menu tetapi setiap halaman memiliki fungsi yang jelas akan lebih mudah dipahami daripada website yang mempunyai banyak menu tetapi sebagian besar belum siap.
Hubungkan Struktur Menu dengan Struktur Konten
Struktur menu dan struktur konten harus saling mendukung. Jika website memiliki kategori informasi tertentu, navigasi sebaiknya membantu pengunjung menemukan kelompok informasi tersebut.
Untuk blog berbasis Blogger, misalnya, menu utama dapat digunakan untuk halaman dan topik utama, sementara artikel dan label digunakan untuk mengatur konten yang lebih spesifik.
Pendekatan ini juga membuat website lebih mudah berkembang. Ketika artikel baru terus bertambah, Anda tidak perlu membuat menu baru setiap kali menerbitkan satu konten.
Bagaimana Menentukan Struktur Menu untuk Website yang Masih Sederhana?
Apabila website Anda baru dibuat dan belum mempunyai banyak informasi, jangan membuat struktur yang terlalu kompleks.
Struktur sederhana berikut dapat menjadi titik awal:
Beranda
Tentang
Layanan / Produk
Artikel
Kontak
Ketika website berkembang, Anda dapat memperluasnya menjadi:
Beranda
Tentang
Layanan
├── Layanan A
├── Layanan B
└── Layanan C
Portofolio
Artikel
FAQ
Kontak
Prinsipnya adalah membangun struktur berdasarkan kebutuhan nyata. Jangan menambahkan lapisan navigasi sebelum memang diperlukan.
Kesalahan Umum dalam Membuat Menu Navigasi Blogger
1. Semua halaman dijadikan menu utama
Ini membuat header cepat penuh. Solusinya adalah menentukan prioritas dan memindahkan halaman pendukung ke footer atau area lain.
2. Nama menu terlalu abstrak
Pengunjung tidak selalu memahami istilah yang hanya dimengerti oleh pemilik website. Gunakan label yang jelas dan sesuai isi halaman.
3. Halaman serupa tidak dikelompokkan
Jika terdapat banyak halaman yang berhubungan, pertimbangkan membuat satu kategori utama dengan submenu.
4. Urutan menu tidak memiliki tujuan
Menu yang ditempatkan secara acak dapat membuat alur navigasi kurang jelas. Susun berdasarkan prioritas dan kebutuhan pengunjung.
5. Terlalu banyak tingkat submenu
Submenu yang terlalu dalam dapat menyulitkan pengguna. Sederhanakan struktur sebanyak mungkin.
6. Struktur hanya dirancang untuk desktop
Pastikan desain navigasi tetap mudah digunakan pada smartphone.
7. Menu dibuat sebelum memahami isi website
Menu yang baik seharusnya mengikuti kebutuhan konten dan tujuan website, bukan dibuat secara acak sebelum mengetahui halaman apa saja yang tersedia.
Cara Menguji Struktur Menu Sebelum Website Dipublikasikan
Setelah struktur selesai, lakukan pengujian sederhana dengan beberapa skenario.
Misalnya Anda memiliki skenario:
Saya ingin mengetahui layanan.
→ Beranda
→ Layanan
Skenario berikutnya:
Saya ingin melihat hasil pekerjaan.
→ Beranda
→ Portofolio
Atau:
Saya ingin mengetahui cara menghubungi pemilik website.
→ Beranda
→ Kontak
Jika semua jalur terasa jelas tanpa harus menebak, struktur menu Anda sudah memiliki dasar yang baik.
Anda juga dapat meminta orang lain yang belum familiar dengan website tersebut untuk mencoba menemukan beberapa informasi. Pengguna baru sering kali dapat menemukan masalah navigasi yang tidak terlihat oleh pemilik website.
Checklist Struktur Menu Website Blogger
Gunakan checklist berikut sebelum website dipublikasikan:
- Tujuan utama website sudah ditentukan.
- Informasi yang dibutuhkan pengunjung sudah didata.
- Halaman utama dan pendukung sudah dipisahkan.
- Nama menu mudah dipahami.
- Urutan menu memiliki alasan yang jelas.
- Halaman yang berhubungan sudah dikelompokkan.
- Submenu hanya digunakan ketika diperlukan.
- Struktur submenu tidak terlalu dalam.
- Footer digunakan untuk informasi pendukung yang sesuai.
- Menu tidak dipenuhi halaman yang belum siap.
- Navigasi mudah dipahami oleh orang yang baru pertama kali berkunjung.
- Tampilan menu tetap nyaman pada perangkat mobile.
- Setiap tautan menu mengarah ke halaman yang benar.
- Struktur menu sesuai dengan struktur konten website.
Bagaimana Menyesuaikan Struktur Menu dengan Template Blogger?
Setelah struktur menu selesai dirancang, barulah Anda dapat menyesuaikannya dengan template Blogger yang digunakan. Tahap ini akan jauh lebih mudah karena Anda sudah mengetahui halaman dan kelompok informasi yang harus ditampilkan.
Misalnya, apabila struktur hanya terdiri dari lima halaman utama, template dengan navigasi sederhana sudah dapat memenuhi kebutuhan. Jika terdapat beberapa kelompok halaman, Anda dapat memanfaatkan dropdown atau submenu yang tersedia pada template.
Intinya, template mengikuti struktur website, bukan struktur website dipaksakan mengikuti semua fitur yang terdapat di template.
Pendekatan tersebut juga membantu menjaga desain tetap sederhana. Anda hanya menggunakan elemen navigasi yang memang dibutuhkan untuk menyampaikan informasi kepada pengunjung.
Butuh Referensi Template Blogger untuk Website Anda?
Setelah struktur menu dan kebutuhan halaman sudah ditentukan, langkah berikutnya adalah memilih tampilan yang sesuai. Bagi yang ingin melihat berbagai template Blogger dan tools untuk kebutuhan website yang berbeda, Anda dapat melihat koleksinya di DamarSatria.web.id.
Jelajahi Template & ToolsKapan Struktur Menu Perlu Dievaluasi Kembali?
Struktur menu tidak harus selalu sama sepanjang umur website. Ketika jumlah konten meningkat atau tujuan website berubah, navigasi juga dapat disesuaikan.
Misalnya, website yang awalnya hanya memiliki halaman Profil, Artikel, dan Kontak kemudian berkembang menjadi website jasa. Setelah layanan bertambah, Anda mungkin membutuhkan menu Layanan dan Portofolio.
Evaluasi juga dapat dilakukan ketika Anda menemukan bahwa beberapa menu jarang digunakan, ada halaman yang sulit ditemukan, atau dua menu ternyata memiliki fungsi yang hampir sama.
Namun, perubahan sebaiknya dilakukan berdasarkan kebutuhan yang jelas. Hindari mengganti struktur hanya karena ingin mencoba susunan baru tanpa alasan yang berkaitan dengan isi atau pengalaman pengunjung.
Tips agar Struktur Navigasi Tetap Rapi dalam Jangka Panjang
Website akan lebih mudah dikelola apabila struktur navigasi sejak awal dibuat dengan pola yang sederhana. Saat jumlah konten bertambah, pertumbuhan website tidak otomatis membuat header ikut penuh.
Beberapa prinsip yang dapat dipertahankan adalah:
- Gunakan nama menu yang konsisten.
- Pertahankan kelompok halaman yang memiliki hubungan jelas.
- Jangan menambahkan menu baru tanpa tujuan.
- Gunakan label untuk membantu mengelompokkan artikel jika diperlukan.
- Pisahkan informasi utama dari halaman pendukung.
- Evaluasi menu ketika tujuan website berubah.
- Pastikan navigasi tetap nyaman pada desktop dan mobile.
Dengan prinsip tersebut, struktur website Blogger dapat berkembang tanpa harus terus-menerus dirombak dari awal.
FAQ Seputar Struktur Menu Website Blogger
Berapa jumlah menu utama yang ideal untuk website Blogger?
Tidak ada jumlah yang berlaku untuk semua website. Gunakan hanya menu yang benar-benar penting bagi pengunjung dan kelompokkan halaman yang memiliki hubungan erat agar navigasi tetap sederhana.
Apakah semua halaman Blogger harus dimasukkan ke menu utama?
Tidak. Halaman utama dapat ditempatkan pada navigasi utama, sedangkan halaman pendukung seperti Kebijakan Privasi, Disclaimer, dan Sitemap dapat ditempatkan di footer atau area lain yang sesuai.
Kapan sebaiknya menggunakan submenu pada menu Blogger?
Gunakan submenu ketika beberapa halaman memang memiliki hubungan yang jelas dan perlu dikelompokkan dalam satu topik utama. Hindari submenu yang terlalu banyak tingkat agar navigasi tetap mudah digunakan.
Apakah label Blogger harus dijadikan menu utama?
Tidak harus. Label dapat digunakan untuk mengelompokkan artikel, sedangkan menu utama lebih baik digunakan untuk mewakili halaman dan struktur besar website.
Bagaimana cara menentukan urutan menu Blogger?
Susun berdasarkan tujuan website, prioritas informasi, dan alur yang kemungkinan digunakan pengunjung. Letakkan halaman inti pada posisi yang mudah ditemukan.
Apakah struktur menu harus berbeda antara desktop dan mobile?
Struktur informasinya dapat tetap sama, tetapi cara menampilkannya dapat menyesuaikan ukuran layar. Pastikan menu utama dan submenu tetap mudah ditemukan dan digunakan pada perangkat mobile.
Apakah struktur menu dapat diubah setelah website Blogger dibuat?
Ya. Struktur menu dapat dievaluasi dan diubah ketika jumlah halaman, jenis konten, atau tujuan website berkembang. Perubahan sebaiknya dilakukan secara terencana agar navigasi tetap konsisten.
Kesimpulan
Menentukan struktur menu website Blogger sebaiknya dilakukan sebelum Anda terlalu jauh mengatur desain dan template. Mulailah dengan memahami tujuan website, mencatat informasi yang dibutuhkan pengunjung, lalu memisahkan halaman utama, halaman pendukung, dan halaman khusus.
Setelah itu, kelompokkan halaman yang memiliki hubungan erat, gunakan nama menu yang jelas, tentukan urutan berdasarkan prioritas, dan gunakan submenu hanya ketika memang dibutuhkan. Tidak semua halaman harus masuk ke navigasi utama.
Struktur menu yang baik bukanlah struktur yang memiliki banyak pilihan, tetapi struktur yang membantu pengunjung menemukan informasi dengan jalur yang mudah dipahami. Dengan perencanaan yang dilakukan sejak awal, proses membuat website Blogger akan menjadi lebih terarah dan lebih mudah dikembangkan ketika konten terus bertambah.
