Membuat website Blogger tidak cukup hanya dengan memasang template dan mengisi halaman dengan berbagai informasi. Setelah struktur dasar tersedia, Anda juga perlu memperhatikan bagaimana setiap elemen ditempatkan agar pengunjung dapat memahami isi website tanpa harus menebak-nebak.
Cara menata halaman website Blogger yang baik dimulai dari hal sederhana: menentukan informasi utama, menyusun urutan section, membuat navigasi yang jelas, mengatur jarak antar elemen, dan memastikan tombol maupun link berada pada posisi yang masuk akal.
Website dapat memiliki desain yang menarik tetapi tetap terasa membingungkan apabila terlalu banyak informasi diletakkan dalam satu tempat. Sebaliknya, halaman dengan desain sederhana dapat terasa nyaman ketika setiap elemen memiliki fungsi dan alur yang jelas.
Dalam artikel ini, Anda akan mempelajari cara menata struktur halaman Blogger dari awal, mulai dari menentukan hierarki informasi, menyusun layout, mengatur menu, menggunakan whitespace, menempatkan tombol, hingga melakukan pemeriksaan akhir agar website mudah dipahami pada desktop maupun mobile.
Mengapa Penataan Halaman Blogger Perlu Diperhatikan?
Ketika seseorang membuka sebuah website untuk pertama kali, mereka belum mengetahui isi dan struktur halaman tersebut. Mereka membutuhkan petunjuk visual untuk memahami apa yang tersedia, bagian mana yang penting, dan ke mana harus pergi berikutnya.
Jika semua informasi memiliki ukuran yang sama, semua tombol menggunakan warna mencolok, atau semua section diletakkan tanpa urutan yang jelas, pengunjung harus bekerja lebih keras untuk memahami halaman.
Penataan halaman yang baik membantu menciptakan alur sederhana:
Masuk ke halaman
↓
Memahami tujuan website
↓
Menemukan informasi utama
↓
Mempelajari detail
↓
Menentukan tindakan berikutnya
Alur tersebut tidak harus sama untuk setiap website. Website profil, portofolio, bisnis, jasa, katalog, dan blog memiliki tujuan yang berbeda. Namun, prinsip dasarnya tetap sama: informasi harus tersusun berdasarkan kebutuhan pengunjung.
Mulai dengan Menentukan Tujuan Setiap Halaman
Sebelum mengatur posisi elemen, tentukan fungsi setiap halaman. Jangan membuat halaman hanya karena template memiliki area yang terlihat kosong.
Satu halaman sebaiknya memiliki tujuan yang jelas.
Contohnya:
- Beranda: memberikan gambaran utama mengenai website.
- Tentang: menjelaskan profil atau identitas.
- Layanan: menjelaskan jasa atau layanan yang tersedia.
- Portofolio: menunjukkan hasil pekerjaan.
- Kontak: menyediakan jalur komunikasi.
- Artikel: menyediakan informasi atau pembahasan yang lebih mendalam.
Dengan mengetahui tujuan tersebut, Anda akan lebih mudah menentukan elemen apa yang perlu masuk ke halaman dan elemen apa yang sebaiknya dikeluarkan.
Tentukan Informasi Utama Sebelum Menata Layout Website Blogger
Setelah tujuan halaman diketahui, buat daftar informasi yang benar-benar dibutuhkan pengunjung.
Misalnya sebuah halaman layanan membutuhkan:
- nama layanan;
- penjelasan singkat;
- manfaat atau cakupan layanan;
- contoh pekerjaan jika tersedia;
- pertanyaan umum;
- dan cara menghubungi penyedia layanan.
Jangan langsung memikirkan warna atau efek visual. Tentukan dulu informasi yang harus tersampaikan.
Setelah daftar informasi selesai, baru susun urutannya.
Buat Hierarki Informasi yang Jelas
Struktur halaman Blogger akan lebih mudah dipahami jika informasi memiliki tingkatan yang jelas. Pengunjung harus dapat membedakan judul utama, subjudul, isi, informasi pendukung, dan tindakan utama hanya dengan melihat tampilan halaman.
Contoh hierarki:
Judul utama
↓
Penjelasan singkat
↓
Informasi utama
↓
Detail
↓
Informasi pendukung
↓
Tindakan berikutnya
Hierarki visual dapat dibangun menggunakan ukuran font, weight, spacing, posisi, kontras, dan struktur heading.
Jangan membuat semua elemen tampil sama menonjol. Jika semuanya terlihat penting, pengunjung akan kesulitan menentukan fokus.
Gunakan H1, H2, dan H3 secara Terstruktur
Untuk halaman berbasis konten, struktur heading membantu membentuk hierarki informasi. Gunakan H1 untuk judul utama halaman, H2 untuk bagian utama, dan H3 untuk subbagian yang berada di bawah H2.
Contoh:
<h1>Layanan Pembuatan Website</h1>
<h2>Apa yang Kami Sediakan?</h2>
<h3>Website Profil</h3>
<h3>Website Bisnis</h3>
<h2>Proses Pengerjaan</h2>
Struktur tersebut membuat pembahasan lebih mudah dipindai dan membantu pembaca mengetahui hubungan antara satu informasi dengan informasi lainnya.
Susun Halaman dari Informasi Umum ke Spesifik
Salah satu cara sederhana untuk menata halaman adalah menggunakan pola dari umum ke spesifik.
Misalnya pada halaman layanan:
Judul Layanan
↓
Ringkasan
↓
Daftar Layanan
↓
Detail Setiap Layanan
↓
Contoh / Portofolio
↓
FAQ
↓
Kontak
Pola seperti ini membuat pengunjung mendapatkan gambaran umum terlebih dahulu sebelum masuk ke detail.
Namun, urutan tetap harus disesuaikan dengan tujuan halaman. Untuk halaman katalog, misalnya, daftar produk mungkin perlu berada lebih dekat dengan bagian atas.
Jangan Menaruh Semua Informasi di Bagian Atas
Kesalahan yang sering terjadi ketika menata halaman adalah memasukkan sebanyak mungkin informasi ke bagian paling atas. Akibatnya, area awal halaman menjadi sangat padat.
Padahal, bagian pertama cukup digunakan untuk menjawab pertanyaan dasar pengunjung: website ini tentang apa dan apa yang bisa saya lakukan di sini?
Informasi yang lebih detail dapat disusun pada section berikutnya.
Contoh Struktur Beranda
Header
↓
Hero / Informasi Utama
↓
Ringkasan
↓
Layanan / Produk Utama
↓
Keunggulan atau Informasi Pendukung
↓
Portofolio / Konten
↓
FAQ
↓
Kontak
↓
Footer
Struktur ini hanya contoh dan dapat disederhanakan sesuai kebutuhan.
Atur Section Berdasarkan Hubungan Informasi
Section sebaiknya digunakan untuk mengelompokkan informasi yang saling berhubungan. Jangan membuat satu section hanya berisi satu elemen kecil apabila informasi tersebut masih dapat digabungkan dengan section lain secara logis.
Misalnya informasi mengenai layanan dapat dikelompokkan dalam satu section:
Section: Layanan
├── Judul
├── Deskripsi
├── Layanan A
├── Layanan B
└── Layanan C
Dengan pengelompokan tersebut, pengunjung dapat memahami konteks setiap informasi tanpa harus berpindah-pindah terlalu sering.
Gunakan Whitespace untuk Memberi Ruang
Whitespace adalah ruang kosong di antara elemen. Ruang ini tidak berarti area yang terbuang. Justru, whitespace membantu memisahkan satu kelompok informasi dari kelompok lain.
Tanpa whitespace yang cukup, halaman terasa penuh meskipun kontennya tidak terlalu banyak.
Contohnya:
Judul Section
Deskripsi singkat
[Card 1] [Card 2] [Card 3]
Jarak section
Judul Section Berikutnya
Jangan takut memberi ruang pada halaman. Ruang kosong dapat membantu mata pengunjung mengenali batas antarbagian.
Hindari Spacing yang Tidak Konsisten
Whitespace tetap harus teratur. Jika satu section memiliki jarak sangat besar dan section lain hampir tanpa jarak, tampilan dapat terasa tidak stabil.
Buat beberapa tingkatan spacing dan gunakan secara konsisten untuk elemen yang memiliki fungsi serupa.
Atur Lebar Konten agar Tidak Terlalu Penuh
Layout website Blogger perlu memberikan ruang yang cukup di sisi kiri dan kanan konten. Halaman yang terlalu melebar dapat membuat pembacaan menjadi kurang nyaman, sementara area yang terlalu sempit dapat membuat halaman terlihat penuh.
Gunakan container dengan lebar fleksibel dan batas maksimum.
.container {
width: 100%;
max-width: 1200px;
margin: 0 auto;
padding: 0 20px;
box-sizing: border-box;
}
Contoh tersebut membuat container mengikuti ruang yang tersedia tetapi tetap memiliki batas lebar pada layar besar.
Gunakan Layout yang Konsisten
Jika beberapa section memiliki fungsi serupa, gunakan pola layout yang konsisten. Misalnya semua kartu layanan menggunakan ukuran gambar, padding, border, dan jarak yang serupa.
Konsistensi membuat pengunjung lebih cepat memahami pola halaman.
Contoh struktur kartu:
┌──────────────────────┐
│ Gambar │
├──────────────────────┤
│ Judul │
│ Deskripsi singkat │
│ │
│ Tombol │
└──────────────────────┘
Jika tiga kartu berada dalam section yang sama, sebaiknya ketiganya mengikuti pola visual yang sama.
Atur Menu Navigasi agar Mudah Dipahami
Navigasi Blogspot harus menjadi petunjuk bagi pengunjung, bukan daftar seluruh halaman website.
Masukkan halaman yang benar-benar penting ke menu utama dan kelompokkan informasi yang berhubungan jika jumlah halaman cukup banyak.
Contoh:
Beranda
Tentang
Layanan
Portofolio
Artikel
Kontak
Jika layanan memiliki beberapa bagian:
Layanan
├── Layanan A
├── Layanan B
└── Layanan C
Jangan membuat menu utama terlalu panjang hanya karena semua halaman ingin ditampilkan sekaligus.
Pastikan Nama Menu Menjelaskan Isinya
Nama menu harus mudah dimengerti oleh orang yang baru pertama kali mengunjungi website.
Gunakan istilah yang langsung menunjukkan isi halaman:
- Tentang
- Produk
- Layanan
- Portofolio
- Artikel
- Kontak
Istilah kreatif boleh digunakan untuk branding, tetapi jangan sampai menghilangkan fungsi navigasinya.
Gunakan Tombol Berdasarkan Tujuan
Tombol sebaiknya digunakan untuk tindakan yang memang ingin dilakukan pengunjung. Jangan menjadikan setiap kalimat atau setiap section memiliki tombol hanya untuk menambah elemen visual.
Contoh tindakan:
- Melihat layanan.
- Melihat portofolio.
- Membuka detail.
- Menghubungi.
- Mengisi formulir.
Jika sebuah section memiliki satu tindakan utama, buat tombol utama tersebut lebih mudah dikenali daripada link tambahan lainnya.
Bedakan Tombol Utama dan Sekunder
Misalnya:
[Lihat Layanan] ← tindakan utama
Pelajari lebih lanjut ← tindakan sekunder
Jangan membuat semua tombol menggunakan tampilan paling mencolok karena pengunjung akan kehilangan petunjuk mengenai tindakan mana yang menjadi prioritas.
Tempatkan Tombol Setelah Informasi yang Relevan
Jangan menempatkan tombol sebelum pengunjung memahami konteksnya. Jika tombol mengarah ke detail layanan, berikan penjelasan singkat terlebih dahulu.
Pola yang lebih logis:
Judul
↓
Penjelasan
↓
Informasi penting
↓
Tombol tindakan
Dengan demikian, tombol terasa sebagai bagian dari alur informasi, bukan elemen yang muncul tanpa konteks.
Gunakan Gambar untuk Mendukung Informasi
Gambar sebaiknya digunakan ketika membantu pengunjung memahami sesuatu. Jangan menambahkan gambar hanya karena section terlihat terlalu kosong.
Contohnya, gambar dapat membantu pada:
- portofolio;
- produk;
- dokumentasi kegiatan;
- profil;
- ilustrasi konsep;
- atau contoh hasil pekerjaan.
Untuk komponen yang menggunakan banyak thumbnail, pertahankan ukuran dan rasio yang konsisten agar layout terlihat lebih teratur.
Jangan Memaksakan Gambar pada Semua Section
Tidak semua informasi membutuhkan gambar. Section seperti FAQ, kontak, atau informasi singkat dapat tetap terlihat baik dengan struktur teks yang rapi.
Penggunaan gambar berlebihan justru dapat membuat halaman lebih panjang dan mengurangi fokus pembaca.
Pastikan Gambar Tidak Merusak Layout
Untuk gambar yang berada dalam artikel atau container, gunakan CSS yang memungkinkan gambar mengikuti lebar area konten.
img {
max-width: 100%;
height: auto;
}
Dengan pendekatan tersebut, gambar tidak mudah melebar keluar dari container pada layar yang lebih kecil.
Perhatikan Struktur Mobile
Menata halaman website Blogger berarti juga memikirkan bagaimana layout tersebut berubah pada smartphone. Struktur yang terlihat seimbang pada desktop dapat menjadi terlalu padat ketika ruang layar berkurang.
Contohnya tiga kartu yang ditampilkan dalam satu baris pada desktop dapat diubah menjadi dua kolom atau satu kolom pada mobile.
.card-grid {
display: grid;
grid-template-columns: repeat(3, 1fr);
gap: 20px;
}
@media (max-width: 768px) {
.card-grid {
grid-template-columns: 1fr;
}
}
Breakpoint tersebut hanya contoh. Gunakan titik perubahan yang sesuai dengan kebutuhan layout Anda.
Jangan Menyusun Mobile sebagai Versi Kecil dari Desktop
Salah satu kesalahan desain adalah hanya mengecilkan ukuran desktop untuk mobile. Padahal, perubahan layout sering kali lebih efektif daripada sekadar mengecilkan komponen.
Contohnya:
DESKTOP
[Sidebar] [Konten]
MOBILE
[Konten]
[Sidebar]
Jadi, responsive layout dapat mengubah susunan elemen agar tetap nyaman digunakan.
Gunakan Whitespace pada Tampilan Mobile
Pada smartphone, spacing yang terlalu kecil dapat membuat elemen terasa bertumpuk. Namun, spacing yang terlalu besar juga dapat membuat pengguna harus terlalu sering melakukan scroll.
Atur jarak dengan mempertimbangkan ukuran layar. Prioritaskan ruang yang cukup antara heading, paragraf, kartu, tombol, dan section.
Perhatikan Ukuran Font
Typography merupakan bagian penting dari UX website Blogger. Ukuran font yang terlalu kecil membuat teks sulit dibaca, sedangkan ukuran yang terlalu besar dapat membuat halaman menjadi tidak efisien.
Gunakan hierarki yang jelas:
H1 = paling menonjol
H2 = bagian utama
H3 = subbagian
Body = teks utama
Small = informasi pendukung
Selain ukuran, perhatikan juga line-height dan panjang baris agar paragraf tetap nyaman dibaca.
Jangan Membuat Paragraf Terlalu Panjang
Halaman dengan blok teks panjang sering terasa lebih berat meskipun informasinya sebenarnya bagus.
Untuk artikel dan halaman informasi, pecah paragraf menjadi beberapa bagian yang lebih pendek. Gunakan heading ketika topik berubah dan list ketika beberapa informasi memang lebih mudah dibaca sebagai daftar.
Hal ini membuat struktur konten lebih mudah dipindai, terutama ketika pengunjung tidak membaca seluruh halaman dari awal sampai akhir.
Gunakan Card Secara Wajar
Card dapat membantu mengelompokkan informasi, tetapi terlalu banyak card justru dapat membuat halaman terasa seperti kumpulan kotak tanpa struktur.
Gunakan card ketika informasi memang memiliki hubungan yang jelas.
Contohnya:
- daftar layanan;
- daftar produk;
- daftar artikel;
- anggota tim;
- atau kategori tertentu.
Untuk paragraf panjang, tidak selalu perlu ditempatkan dalam card. Terkadang konten biasa dengan whitespace yang cukup justru lebih mudah dibaca.
Atur Section dengan Pola yang Konsisten
Sebuah halaman dapat memiliki banyak section, tetapi pola setiap section sebaiknya tetap mudah dipahami.
Contoh:
Section
├── Label kecil
├── Heading
├── Deskripsi
└── Konten utama
Pola ini dapat diulang pada section yang relevan tanpa harus memberikan desain yang identik secara mutlak.
Jangan Membuat Semua Section Memiliki Background Berbeda
Menggunakan background berbeda pada setiap section dapat membuat halaman terasa ramai. Lebih baik gunakan perubahan background secara terbatas untuk menandai kelompok informasi tertentu.
Misalnya halaman dapat menggunakan:
Background utama
↓
Section utama
↓
Background alternatif
↓
Section pendukung
↓
Background utama
↓
Footer
Dengan demikian, perubahan warna memiliki fungsi struktural, bukan sekadar dekorasi.
Perhatikan Kontras antara Background dan Konten
Jika menggunakan background berwarna atau gradient, pastikan teks dan tombol tetap mudah dibaca. Jangan mengorbankan keterbacaan hanya untuk mendapatkan efek visual tertentu.
Bagian penting seperti heading dan informasi utama harus tetap memiliki kontras yang cukup terhadap background.
Gunakan Breadcrumb dan Navigasi Tambahan Secara Tepat
Untuk website dengan struktur halaman yang cukup dalam, navigasi tambahan dapat membantu pengunjung memahami posisi mereka. Namun, jangan menambahkan elemen navigasi hanya karena template menyediakan fiturnya.
Yang paling penting adalah memastikan pengunjung dapat mengetahui hubungan antara halaman yang sedang dibuka dengan halaman lain yang relevan.
Jangan Membuat Setiap Halaman Memiliki Struktur yang Berbeda Total
Setiap halaman boleh memiliki konten yang berbeda, tetapi elemen umum sebaiknya tetap konsisten.
Contohnya:
- header tetap konsisten;
- menu tetap berada pada posisi yang sama;
- gaya heading seragam;
- warna tombol konsisten;
- footer memiliki pola yang sama.
Konsistensi tersebut membantu pengunjung merasa bahwa mereka masih berada di website yang sama ketika berpindah halaman.
Gunakan Internal Link secara Kontekstual
Internal link dapat membantu pengunjung berpindah dari satu informasi ke informasi lain yang masih berhubungan. Namun, jangan menambahkan link secara berlebihan.
Misalnya artikel mengenai desain website Blogger dapat secara natural mengarahkan pembaca ke pembahasan lain yang memang relevan apabila URL yang benar tersedia.
Gunakan anchor text yang menjelaskan tujuan tautan, bukan teks umum yang tidak memberikan konteks.
Hindari Tautan yang Mengarah ke Halaman Tidak Relevan
Menata halaman juga berarti memastikan setiap navigasi memiliki tujuan. Link yang tidak relevan dapat membuat struktur website terasa membingungkan.
Sebelum menambahkan link, tanyakan apakah halaman tujuan benar-benar membantu pengunjung melanjutkan informasi yang sedang mereka baca.
Rapikan Sidebar
Sidebar dapat menjadi area informasi tambahan yang berguna, tetapi jangan mengisinya dengan terlalu banyak widget.
Widget yang biasanya dapat dipertimbangkan antara lain:
- profil singkat;
- artikel populer;
- artikel terbaru;
- kategori atau label tertentu;
- informasi kontak;
- dan komponen tambahan yang memang relevan.
Evaluasi setiap widget berdasarkan fungsi. Jika sebuah widget hanya membuat halaman lebih panjang tetapi tidak membantu pengunjung, Anda dapat mempertimbangkan untuk menghapusnya.
Jaga Konsistensi Alignment
Alignment atau perataan juga memengaruhi kesan rapi. Jika heading rata kiri, beberapa section rata tengah, kemudian paragraf lain dibuat rata kanan tanpa alasan yang jelas, halaman dapat terasa tidak konsisten.
Untuk sebagian besar konten informasional, alignment kiri biasanya lebih mudah dipertahankan secara konsisten. Area tertentu seperti hero atau CTA dapat menggunakan alignment berbeda jika memang sesuai desain.
Perhatikan Jarak antara Heading dan Isi
Heading yang terlalu dekat dengan paragraf di bawahnya akan terlihat bertumpuk. Sebaliknya, jarak yang terlalu jauh membuat hubungan antara heading dan isi menjadi kurang jelas.
Gunakan pola yang konsisten:
Heading
↓
Jarak kecil
↓
Deskripsi
↓
Jarak sedang
↓
Konten utama
Pola sederhana ini sudah cukup untuk membantu membentuk ritme visual yang rapi.
Jangan Menumpuk Banyak CTA dalam Satu Halaman
CTA atau call-to-action sebaiknya digunakan secara terarah. Jika setiap section memiliki tombol tindakan yang berbeda, halaman dapat terasa terlalu agresif dan pengunjung kehilangan fokus.
Identifikasi satu atau dua tindakan utama untuk halaman tersebut. Sisanya dapat menjadi link sekunder atau tidak perlu ditampilkan.
Contoh Struktur Halaman Website Blogger yang Rapi
Berikut contoh struktur yang dapat digunakan sebagai titik awal:
<main>
<section class="hero">
<h1>Judul Utama</h1>
<p>Penjelasan singkat mengenai halaman.</p>
<a href="#">Tindakan Utama</a>
</section>
<section class="intro">
<h2>Tentang Halaman Ini</h2>
<p>Informasi pendukung yang menjelaskan konteks.</p>
</section>
<section class="features">
<h2>Informasi Utama</h2>
<div class="card-grid">
<article>
<h3>Bagian A</h3>
<p>Penjelasan.</p>
</article>
<article>
<h3>Bagian B</h3>
<p>Penjelasan.</p>
</article>
<article>
<h3>Bagian C</h3>
<p>Penjelasan.</p>
</article>
</div>
</section>
<section class="faq">
<h2>Pertanyaan Umum</h2>
<p>Jawaban pertanyaan yang relevan.</p>
</section>
<section class="contact">
<h2>Hubungi Kami</h2>
<p>Informasi kontak.</p>
</section>
</main>
Contoh ini menunjukkan bahwa setiap section memiliki tujuan yang jelas dan urutan informasi dapat diikuti dari awal hingga akhir.
Cara Menata Halaman Website Blogger Langkah demi Langkah
Langkah 1: Tentukan tujuan halaman
Pastikan Anda mengetahui apa yang ingin dicapai dari halaman tersebut. Jangan mulai dari desain.
Langkah 2: Daftar informasi yang diperlukan
Catat semua informasi yang dibutuhkan pengunjung untuk memahami topik halaman.
Langkah 3: Kelompokkan informasi yang berhubungan
Masukkan informasi yang memiliki konteks sama ke dalam satu section.
Langkah 4: Tentukan urutan informasi
Susun dari informasi umum menuju informasi yang lebih spesifik atau berdasarkan alur yang paling masuk akal.
Langkah 5: Tentukan CTA utama
Pilih tindakan yang paling penting bagi tujuan halaman dan tempatkan setelah konteks yang cukup.
Langkah 6: Tentukan layout setiap section
Pilih apakah section membutuhkan teks, gambar, card, grid, tabel, atau komponen lainnya.
Langkah 7: Tambahkan whitespace
Berikan jarak yang cukup antara section dan komponen agar halaman tidak terlalu padat.
Langkah 8: Periksa versi mobile
Pastikan layout dapat berubah sesuai ukuran layar dan semua elemen tetap mudah digunakan.
Langkah 9: Kurangi elemen yang tidak diperlukan
Setelah halaman selesai, hapus widget, tombol, gambar, atau dekorasi yang tidak memberikan fungsi jelas.
Cara Menilai Apakah Struktur Halaman Sudah Mudah Dipahami
Gunakan pendekatan sederhana: minta seseorang yang belum familiar dengan website untuk membuka halaman dan menjawab beberapa pertanyaan.
- Apa tujuan halaman ini?
- Informasi utama apa yang tersedia?
- Di mana Anda akan mencari layanan atau produk?
- Bagaimana cara menemukan kontak?
- Apakah Anda tahu apa yang harus dilakukan setelah membaca halaman?
Jika jawabannya sulit ditemukan, kemungkinan struktur halaman masih perlu diperbaiki.
Perbaiki Berdasarkan Prioritas
Jangan langsung mengubah seluruh desain ketika menemukan masalah. Tentukan prioritas.
1. Masalah navigasi
2. Masalah keterbacaan
3. Masalah layout
4. Masalah mobile
5. Masalah spacing
6. Masalah visual
7. Dekorasi tambahan
Prioritas tersebut membantu Anda memperbaiki website berdasarkan dampaknya terhadap penggunaan, bukan hanya berdasarkan penampilan.
Kesalahan Umum Saat Menata Halaman Blogger
Terlalu Banyak Informasi dalam Satu Section
Jika satu section berisi banyak topik yang tidak berhubungan, pecah menjadi beberapa section dengan konteks yang lebih jelas.
Semua Elemen Dibuat Menonjol
Jika semua heading, tombol, banner, dan card memiliki visual yang sama kuat, tidak ada prioritas.
Whitespace Terlalu Sedikit
Halaman menjadi penuh dan hubungan antarsection sulit dikenali.
Whitespace Terlalu Banyak
Halaman menjadi terlalu panjang tanpa tambahan informasi yang sebanding.
Menu Terlalu Rumit
Pengunjung tidak tahu harus memilih menu yang mana.
Terlalu Banyak Tombol
Semua tindakan terlihat penting sehingga pengunjung kehilangan fokus.
Sidebar Terlalu Penuh
Konten utama akhirnya kalah dengan widget tambahan.
Desktop Menjadi Prioritas Satu-satunya
Layout bagus di desktop tetapi sulit digunakan pada smartphone.
Setiap Section Memiliki Gaya Berbeda
Website kehilangan konsistensi visual karena warna, radius, spacing, dan typography terus berubah.
Tips Membuat UX Website Blogger Lebih Teratur
UX website Blogger tidak harus dibangun dengan sistem yang kompleks. Banyak perbaikan justru berasal dari keputusan desain yang sederhana.
- Gunakan navigasi yang mudah dipahami.
- Letakkan informasi penting di tempat yang mudah ditemukan.
- Gunakan heading untuk memecah konten.
- Berikan whitespace yang cukup.
- Pertahankan ukuran dan gaya elemen yang konsisten.
- Gunakan tombol berdasarkan kebutuhan.
- Kurangi widget yang tidak diperlukan.
- Pastikan mobile layout tetap nyaman.
Perubahan kecil seperti merapikan spacing atau memindahkan tombol ke posisi yang lebih logis dapat memberikan perbedaan besar terhadap pengalaman menggunakan website.
Gunakan Template yang Sesuai dengan Struktur Website
Penataan halaman akan lebih mudah ketika template Blogger yang digunakan mendukung struktur website yang memang Anda butuhkan. Jika website memerlukan katalog, portfolio grid, navigasi dropdown, halaman profil, atau komponen tertentu, pilih template dengan struktur yang sesuai sejak awal.
Namun, jangan memilih template hanya karena memiliki banyak fitur. Fitur yang tidak digunakan justru dapat membuat proses pengelolaan website lebih rumit.
Bangun Website dengan Struktur yang Sudah Anda Rencanakan
Setelah struktur halaman, navigasi, dan kebutuhan layout sudah jelas, Anda dapat memilih template yang mendukung konsep tersebut. DamarSatria.web.id menyediakan berbagai template Blogger/Blogspot dan tools untuk kebutuhan website yang berbeda, sehingga Anda dapat melihat referensi tampilan sesuai jenis website yang sedang dibangun.
Jelajahi Koleksi Template & ToolsPilih berdasarkan kebutuhan halaman, navigasi, konten, dan struktur website yang ingin diterapkan.
Checklist Menata Halaman Website Blogger
Sebelum halaman dianggap selesai, lakukan pemeriksaan berikut:
- Tujuan halaman sudah jelas.
- Informasi utama sudah ditentukan.
- Konten sudah dikelompokkan berdasarkan konteks.
- Hierarki heading sudah jelas.
- Urutan section masuk akal.
- Menu mudah dipahami.
- Nama menu menjelaskan isi halaman.
- Tombol memiliki tujuan yang jelas.
- Tidak terlalu banyak CTA.
- Whitespace antarsection cukup.
- Typography konsisten.
- Warna digunakan secara terkontrol.
- Gambar memiliki ukuran yang sesuai.
- Sidebar tidak terlalu penuh.
- Footer tetap terorganisasi.
- Layout nyaman pada desktop.
- Layout nyaman pada mobile.
- Tidak ada elemen yang keluar dari layar.
- Link mengarah ke tujuan yang sesuai.
- Elemen yang tidak diperlukan sudah dikurangi.
FAQ Seputar Menata Halaman Website Blogger
Bagaimana cara menata halaman website Blogger agar tidak membingungkan?
Mulailah dengan menentukan tujuan halaman, mengelompokkan informasi yang berhubungan, menyusun urutan section secara logis, menggunakan heading yang jelas, dan menjaga navigasi tetap sederhana.
Apa yang dimaksud dengan hierarki informasi pada halaman Blogger?
Hierarki informasi adalah pengaturan tingkat kepentingan konten melalui struktur heading, ukuran teks, spacing, posisi, kontras, dan elemen visual lainnya sehingga pengunjung dapat mengetahui informasi mana yang harus diperhatikan terlebih dahulu.
Apakah semua informasi harus diletakkan di bagian atas halaman?
Tidak. Bagian atas sebaiknya memberikan gambaran utama mengenai halaman, sedangkan informasi yang lebih rinci dapat disusun pada section berikutnya berdasarkan alur yang logis.
Berapa banyak tombol yang sebaiknya digunakan dalam satu halaman?
Tidak ada jumlah yang wajib. Gunakan tombol berdasarkan tindakan yang memang dibutuhkan dan tentukan prioritas antara tindakan utama dengan tindakan sekunder agar halaman tidak terasa penuh.
Mengapa whitespace penting dalam layout website Blogger?
Whitespace memberikan ruang antara elemen sehingga hubungan antarbagian lebih mudah dikenali dan halaman tidak terasa terlalu padat. Penggunaannya tetap perlu konsisten agar halaman tidak menjadi terlalu renggang.
Bagaimana cara menata halaman Blogger agar nyaman di HP?
Gunakan layout responsive, ukuran elemen yang fleksibel, gambar yang tidak melebihi container, navigasi mobile, serta susunan kolom yang dapat berubah ketika ruang layar menjadi lebih sempit.
Apakah sidebar harus selalu digunakan pada website Blogger?
Tidak. Sidebar hanya perlu digunakan ketika memang memberikan informasi tambahan yang bermanfaat. Jika sidebar tidak memiliki fungsi yang jelas, halaman dapat dibuat tanpa sidebar atau menggunakan struktur lain.
Kesimpulan
Menata halaman website Blogger pada dasarnya adalah mengatur informasi agar pengunjung dapat memahami website dan menemukan apa yang mereka butuhkan tanpa kebingungan. Prosesnya tidak harus dimulai dari efek visual, tetapi dari tujuan halaman dan informasi yang ingin disampaikan.
Mulailah dengan menentukan hierarki informasi, mengelompokkan konten ke dalam section, menyusun urutan dari umum ke spesifik, membuat navigasi yang jelas, menggunakan whitespace secara konsisten, serta menempatkan tombol berdasarkan konteks.
Setelah itu, periksa typography, gambar, sidebar, footer, dan tampilan mobile. Kurangi elemen yang tidak diperlukan daripada terus menambahkan dekorasi baru.
Website yang tertata tidak harus memiliki banyak fitur. Struktur yang jelas, navigasi yang mudah dipahami, layout yang konsisten, dan alur informasi yang logis sudah menjadi fondasi penting agar website Blogger terasa lebih nyaman digunakan.
