Memilih template Blogger sering dianggap sebagai pekerjaan yang sederhana. Pemula biasanya melihat beberapa desain, memilih template yang paling menarik, lalu langsung memasangnya di blog. Padahal, keputusan tersebut dapat berpengaruh pada kenyamanan membaca, navigasi, tampilan di smartphone, kemudahan pengelolaan, dan bagaimana blog berkembang dalam jangka panjang.
Kesalahan memilih template Blogger juga tidak selalu terjadi karena template yang digunakan memiliki desain buruk. Sering kali masalahnya justru karena template tersebut tidak sesuai dengan kebutuhan blog. Template dengan banyak fitur belum tentu cocok untuk blog sederhana, begitu juga template dengan tampilan minimalis belum tentu sesuai untuk blog yang membutuhkan banyak elemen.
Jika Anda sedang mencari template Blogger untuk pemula atau berencana membeli template Blogger, sebaiknya jangan terburu-buru menentukan pilihan. Ada beberapa hal yang perlu diperiksa sebelum template digunakan.
Artikel ini membahas 7 kesalahan memilih template Blogger yang sering dilakukan pemula, mulai dari hanya melihat tampilan, mengabaikan kecepatan loading, tidak mengecek tampilan mobile, terlalu banyak fitur, kesulitan mengedit struktur HTML, kurang memperhatikan dukungan template, hingga tidak menyesuaikan template dengan niche blog.
Mengapa Kesalahan Memilih Template Blogger Perlu Dihindari?
Template bukan hanya dekorasi untuk mempercantik blog. Template menentukan bagaimana konten, menu, gambar, widget, dan berbagai bagian blog ditampilkan kepada pengunjung.
Ketika template tidak sesuai dengan kebutuhan, masalahnya biasanya baru terlihat setelah blog mulai digunakan. Misalnya, artikel terasa terlalu sempit, menu sulit diatur, tampilan mobile kurang nyaman, atau fitur yang tersedia justru tidak pernah digunakan.
Mengganti template memang memungkinkan dilakukan, tetapi perubahan tersebut dapat membutuhkan penyesuaian kembali pada berbagai bagian blog. Karena itu, melakukan pemeriksaan sebelum memilih template dapat membantu mengurangi pekerjaan di kemudian hari.
7 Kesalahan Memilih Template Blogger yang Sering Dilakukan Pemula
1. Hanya Memilih Berdasarkan Tampilan
Kesalahan pertama adalah memilih template hanya karena desainnya terlihat menarik.
Ketika melihat halaman demo, perhatian biasanya langsung tertuju pada warna, gambar, animasi, menu, kartu artikel, dan berbagai elemen visual. Hal tersebut wajar, tetapi tampilan visual sebaiknya tidak menjadi satu-satunya dasar keputusan.
Template yang terlihat menarik pada demo belum tentu cocok ketika digunakan untuk konten Anda sendiri. Sebuah template mungkin terlihat bagus karena menggunakan banyak gambar besar, sedangkan blog Anda mungkin lebih banyak berisi artikel berbasis teks.
Sebelum memilih, coba tanyakan beberapa hal berikut:
- Apakah desain sesuai dengan topik blog?
- Apakah artikel tetap nyaman dibaca?
- Apakah struktur halaman sesuai dengan jenis konten?
- Apakah menu mudah dipahami?
- Apakah fitur yang ditampilkan memang dibutuhkan?
Dengan cara tersebut, Anda tidak hanya menilai template dari penampilan, tetapi juga dari fungsi sebenarnya.
2. Mengabaikan Kecepatan Loading
Kesalahan berikutnya adalah tidak memperhatikan bagaimana sebuah template dimuat ketika halaman dibuka.
Template dapat menggunakan berbagai elemen seperti gambar, script, animasi, widget, dan komponen tambahan. Semakin banyak elemen yang digunakan, semakin penting untuk memperhatikan bagaimana halaman tersebut dimuat.
Namun, perlu dipahami bahwa kecepatan blog tidak hanya ditentukan oleh template. Ukuran gambar, widget, script tambahan, iklan, video, dan berbagai elemen lain yang ditambahkan ke blog juga dapat memengaruhi proses pemuatan halaman.
Karena itu, jangan hanya percaya pada klaim seperti "template super cepat". Periksa demo template dan lakukan pengujian sendiri jika memungkinkan.
Beberapa hal yang dapat diperhatikan:
- Apakah halaman demo terasa berat ketika dibuka?
- Apakah terdapat terlalu banyak animasi?
- Apakah banyak elemen yang tidak diperlukan?
- Apakah gambar demo berukuran sangat besar?
- Apakah template menyediakan banyak script tambahan?
Gunakan hasil pengujian sebagai bahan pertimbangan, bukan sebagai satu-satunya faktor ketika menentukan pilihan.
3. Tidak Mengecek Tampilan di Smartphone
Kesalahan memilih template Blogger yang cukup sering terjadi adalah hanya memeriksa tampilan melalui desktop.
Template dapat terlihat sangat rapi pada layar komputer, tetapi tampil berbeda ketika dibuka menggunakan smartphone. Menu dapat menjadi sulit digunakan, teks terlalu kecil, gambar keluar dari area konten, atau tombol menjadi terlalu berdekatan.
Karena itu, selalu buka demo template melalui smartphone sebelum memutuskan.
Periksa beberapa bagian berikut:
- Menu navigasi.
- Judul artikel.
- Gambar utama.
- Isi artikel.
- Tombol dan tautan.
- Tabel.
- Widget.
- Footer.
Perhatikan juga apakah muncul scroll horizontal yang tidak diperlukan. Jika tampilan mobile terasa sulit digunakan, jangan mengabaikannya hanya karena versi desktop terlihat bagus.
4. Memilih Template dengan Terlalu Banyak Fitur
Template yang memiliki banyak fitur sering terlihat lebih menarik ketika pertama kali dilihat. Ada slider, animasi, mega menu, berbagai widget, efek visual, kartu artikel, dan elemen tambahan lainnya.
Masalahnya, tidak semua fitur tersebut diperlukan.
Jika blog Anda hanya digunakan untuk menerbitkan artikel tutorial, misalnya, Anda mungkin lebih membutuhkan area artikel yang nyaman, navigasi yang jelas, pencarian, dan struktur konten yang rapi daripada berbagai efek visual.
Fitur yang terlalu banyak juga dapat membuat template lebih sulit dipahami oleh pemula. Anda harus mengetahui fungsi setiap elemen dan cara mengaturnya.
Gunakan prinsip sederhana berikut:
| Jika Blog Membutuhkan | Prioritaskan |
|---|---|
| Artikel tutorial | Keterbacaan, gambar, kode, pencarian, dan navigasi |
| Blog affiliate | Area konten, gambar produk, informasi, dan tombol tautan |
| Blog berita | Kategori, pencarian, artikel terbaru, dan navigasi |
| Blog pribadi | Desain sederhana, profil, dan artikel |
| Blog portofolio | Visual, galeri, profil, dan informasi karya |
Tujuannya bukan memiliki fitur sebanyak mungkin, tetapi memiliki fitur yang benar-benar membantu blog.
5. Tidak Memeriksa Struktur HTML dan Kemudahan Edit
Bagi pengguna Blogger yang ingin melakukan kustomisasi, struktur HTML merupakan bagian yang perlu diperhatikan.
Template dapat memiliki struktur kode yang berbeda-beda. Ada template yang relatif mudah dipahami dan dikustomisasi, sementara template lainnya dapat memiliki struktur yang lebih kompleks.
Jika Anda sering melakukan perubahan pada template, misalnya mengganti menu, menambahkan widget, mengubah bagian tertentu, atau menyesuaikan tampilan, pertimbangkan tingkat kemudahan pengeditannya.
Sebelum menggunakan template, cari tahu:
- Apakah kode template memiliki struktur yang cukup jelas?
- Apakah bagian menu mudah ditemukan?
- Apakah widget dapat diatur melalui Layout Blogger?
- Apakah terdapat petunjuk mengenai bagian HTML yang dapat diedit?
- Apakah pembuat template menyediakan dokumentasi?
Jika Anda belum terbiasa dengan HTML dan CSS, jangan memilih template hanya karena menawarkan banyak opsi kustomisasi. Pastikan Anda juga mampu mengelola pengaturannya.
6. Kurang Memperhatikan Dukungan dan Dokumentasi
Kesalahan ini terutama perlu diperhatikan ketika Anda membeli template Blogger.
Setelah membeli template, Anda mungkin perlu mengetahui cara memasang, mengatur menu, mengganti logo, mengelola widget, atau melakukan pengaturan tertentu. Tanpa dokumentasi yang jelas, proses tersebut dapat menjadi lebih sulit.
Sebelum membeli template, periksa informasi yang diberikan pembuatnya. Jika tersedia, cari tahu apakah terdapat:
- Panduan pemasangan.
- Dokumentasi pengaturan.
- Panduan kustomisasi.
- Informasi pembaruan.
- Saluran dukungan pengguna.
- Informasi mengenai lisensi atau penggunaan template.
Dukungan yang tersedia dapat berbeda antara satu pembuat template dengan pembuat lainnya. Karena itu, baca deskripsi produk dan ketentuan yang diberikan sebelum membeli.
7. Tidak Menyesuaikan Template dengan Kebutuhan dan Niche Blog
Kesalahan terakhir adalah memilih template tanpa mempertimbangkan arah blog.
Template untuk blog pribadi belum tentu cocok untuk blog berita. Template untuk portofolio juga belum tentu cocok untuk blog yang berisi ratusan artikel tutorial.
Jika template tidak sesuai dengan niche, Anda mungkin harus melakukan banyak perubahan agar tampilannya sesuai dengan konten.
Sebelum memilih, tentukan terlebih dahulu:
- Topik utama blog.
- Jenis artikel yang akan diterbitkan.
- Target pembaca.
- Jumlah konten yang kemungkinan akan dibuat.
- Fitur yang benar-benar diperlukan.
- Gaya tampilan yang sesuai dengan topik.
Semakin jelas kebutuhan Anda, semakin mudah menentukan template yang sesuai.
Cara Memilih Template Blogger Agar Tidak Salah
Setelah mengetahui kesalahan yang perlu dihindari, Anda dapat menggunakan langkah sederhana berikut ketika memilih template Blogger.
Langkah 1: Tentukan Jenis Blog
Tentukan apakah blog akan digunakan untuk tutorial, berita, affiliate, personal branding, portofolio, pendidikan, bisnis, atau kebutuhan lainnya.
Jenis blog akan membantu menentukan struktur yang dibutuhkan.
Langkah 2: Buat Daftar Kebutuhan
Tuliskan fitur yang benar-benar diperlukan. Jangan memasukkan fitur hanya karena terlihat menarik pada halaman demo.
Misalnya, jika Anda membuat blog tutorial, kebutuhan utama mungkin berupa area artikel yang nyaman, pencarian, navigasi, gambar, video, dan struktur untuk menampilkan kode.
Langkah 3: Pilih Beberapa Kandidat
Jangan langsung menggunakan template pertama yang ditemukan. Pilih beberapa kandidat agar dapat dibandingkan berdasarkan kebutuhan yang sama.
Langkah 4: Periksa Homepage dan Halaman Artikel
Homepage hanya memberikan gambaran awal. Buka juga halaman artikel dan periksa bagaimana judul, paragraf, gambar, heading, tabel, daftar, dan elemen lainnya ditampilkan.
Langkah 5: Cek Tampilan Mobile
Buka demo menggunakan smartphone. Pastikan menu, artikel, gambar, tombol, dan berbagai elemen lainnya tetap nyaman digunakan.
Langkah 6: Perhatikan Kecepatan
Periksa proses pemuatan halaman dan lakukan pengujian performa jika diperlukan. Ingat bahwa hasil performa juga dapat dipengaruhi oleh gambar, widget, script, dan elemen lain yang digunakan.
Langkah 7: Baca Dokumentasi dan Ketentuan
Jika template berbayar, baca informasi produk, dokumentasi, lisensi, pembaruan, dan dukungan yang ditawarkan sebelum membeli.
Langkah 8: Pilih Berdasarkan Kebutuhan
Setelah semua bagian diperiksa, pilih template yang paling sesuai dengan kebutuhan blog, kemampuan pengelolaan, dan rencana penggunaan jangka panjang.
Checklist Sebelum Menggunakan atau Membeli Template Blogger
Jika Anda ingin melakukan pemeriksaan dengan cepat, gunakan checklist berikut:
| Pemeriksaan | Pertanyaan |
|---|---|
| Desain | Apakah desain sesuai dengan niche blog? |
| Artikel | Apakah artikel nyaman dibaca? |
| Mobile | Apakah tampilan smartphone tetap rapi dan mudah digunakan? |
| Kecepatan | Apakah halaman dapat dimuat dengan baik dan tidak terlalu banyak elemen yang tidak diperlukan? |
| Navigasi | Apakah menu, pencarian, dan kategori mudah ditemukan? |
| HTML | Apakah struktur template cukup mudah dikelola sesuai kemampuan? |
| Fitur | Apakah fitur yang tersedia benar-benar dibutuhkan? |
| Dukungan | Apakah dokumentasi dan dukungan tersedia jika memang ditawarkan? |
| Jangka panjang | Apakah template masih sesuai jika jumlah artikel bertambah? |
Tips Memilih Template Blogger untuk Pemula
Jika Anda masih baru menggunakan Blogger, tidak perlu mencari template dengan konfigurasi yang paling rumit. Fokuslah pada kebutuhan dasar yang akan digunakan setiap hari.
Beberapa tips yang dapat diterapkan:
- Pilih desain yang sesuai dengan topik blog.
- Prioritaskan kenyamanan membaca.
- Periksa tampilan smartphone sebelum memilih.
- Jangan mengejar jumlah fitur.
- Pastikan navigasi mudah digunakan.
- Periksa halaman artikel, bukan hanya homepage.
- Pahami cara melakukan kustomisasi sebelum membeli.
- Baca dokumentasi dan ketentuan penggunaan.
- Pertimbangkan kebutuhan blog untuk jangka panjang.
Apakah Template Blogger Gratis atau Premium Lebih Baik?
Template gratis dan premium sama-sama dapat digunakan untuk membuat blog. Pilihan terbaik bergantung pada kebutuhan masing-masing pengguna.
Template gratis dapat menjadi pilihan jika kebutuhan Anda masih sederhana. Sementara itu, template premium dapat dipertimbangkan apabila Anda membutuhkan fitur, dokumentasi, dukungan, atau opsi kustomisasi tertentu yang ditawarkan oleh pembuatnya.
Jangan menggunakan harga sebagai satu-satunya ukuran kualitas. Template dengan harga lebih tinggi belum tentu sesuai dengan kebutuhan blog Anda.
Jika ingin membeli template, periksa terlebih dahulu fitur yang ditawarkan, demo, dokumentasi, dukungan, pembaruan, serta ketentuan penggunaannya.
Kesalahan yang Perlu Dihindari Setelah Template Dipasang
Memilih template dengan tepat merupakan langkah awal. Setelah template dipasang, Anda juga perlu menghindari beberapa kesalahan agar tampilan blog tetap teratur.
- Jangan memasang terlalu banyak widget yang tidak diperlukan.
- Jangan membuat menu terlalu penuh.
- Jangan menambahkan terlalu banyak efek visual.
- Jangan mengabaikan tampilan mobile setelah melakukan perubahan.
- Jangan melakukan perubahan besar tanpa membuat cadangan template.
- Jangan mempertahankan fitur yang tidak memberikan manfaat bagi pembaca.
Setelah melakukan perubahan, periksa kembali homepage dan beberapa halaman artikel untuk memastikan semuanya tetap berjalan dengan baik.
FAQ Seputar Kesalahan Memilih Template Blogger
Apa kesalahan paling umum saat memilih template Blogger?
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan adalah memilih hanya berdasarkan tampilan. Pemula juga dapat mengabaikan kecepatan loading, tampilan mobile, struktur HTML, fitur yang tidak diperlukan, dokumentasi, serta kesesuaian template dengan niche blog.
Apakah template Blogger untuk pemula harus sederhana?
Tidak harus sangat sederhana. Yang lebih penting adalah template mudah dikelola dan memiliki fitur yang sesuai dengan kebutuhan. Template yang terlalu kompleks dapat menjadi kurang praktis jika banyak fiturnya tidak digunakan.
Bagaimana cara memilih template blog yang sesuai?
Tentukan niche dan tujuan blog terlebih dahulu, kemudian buat daftar kebutuhan. Setelah itu, bandingkan beberapa template, periksa demo, uji tampilan mobile, perhatikan halaman artikel, cek kemudahan pengelolaan, dan baca dokumentasi sebelum menggunakannya.
Apakah kecepatan template Blogger penting?
Kecepatan pemuatan halaman merupakan salah satu aspek yang perlu diperhatikan. Namun, performa blog tidak hanya bergantung pada template karena gambar, widget, script, iklan, video, dan elemen lain juga dapat memengaruhinya.
Apakah banyak fitur berarti template Blogger lebih bagus?
Tidak. Banyaknya fitur bukan ukuran utama kualitas template. Pilih fitur yang benar-benar dibutuhkan oleh blog agar struktur tetap mudah dikelola.
Apakah saya perlu memeriksa kode HTML template?
Jika Anda sering melakukan kustomisasi, pemeriksaan terhadap struktur HTML dapat membantu. Bagi pemula yang belum memahami kode, perhatikan juga apakah pembuat template menyediakan dokumentasi dan panduan pengaturan yang jelas.
Apakah dukungan template penting ketika membeli template Blogger?
Dukungan dapat membantu ketika pengguna mengalami kesulitan dalam pemasangan atau pengaturan, jika layanan tersebut memang disediakan oleh pembuat template. Sebelum membeli, periksa dengan jelas bentuk dukungan yang ditawarkan.
Apakah template premium selalu lebih baik?
Tidak selalu. Template premium perlu dinilai berdasarkan kebutuhan, fitur, dokumentasi, dukungan, kemudahan pengelolaan, dan kesesuaian dengan blog. Harga bukan satu-satunya ukuran kualitas.
Kesimpulan
Kesalahan memilih template Blogger sering terjadi karena pemula terlalu fokus pada tampilan dan kurang memperhatikan fungsi. Template yang terlihat menarik belum tentu sesuai dengan kebutuhan blog, terutama jika memiliki terlalu banyak fitur, sulit dikustomisasi, kurang nyaman di perangkat mobile, atau tidak sesuai dengan niche.
Tujuh kesalahan yang perlu diperhatikan adalah memilih hanya berdasarkan tampilan, mengabaikan kecepatan loading, tidak mengecek tampilan smartphone, mengejar terlalu banyak fitur, tidak memperhatikan struktur HTML dan kemudahan edit, mengabaikan dukungan serta dokumentasi, dan tidak menyesuaikan template dengan kebutuhan blog.
Sebelum menggunakan atau membeli template, luangkan waktu untuk melihat demo secara menyeluruh. Periksa homepage dan halaman artikel, coba melalui smartphone, perhatikan kecepatan, evaluasi fitur, baca dokumentasi, dan gunakan checklist untuk membandingkan beberapa pilihan.
Pada akhirnya, template yang tepat bukan selalu template dengan desain paling ramai atau fitur paling banyak. Pilih template yang sesuai dengan niche, nyaman digunakan, mudah dikelola, dan mampu mendukung perkembangan blog dalam jangka panjang.
